Sepak bola / Peraturan 10

Menentukan hasil pertandingan

IFAB · 2026/27
Ringkasan

Cara menghitung gol, menentukan pemenang, dan menjalankan adu penalti.

Di halaman ini1. Gol tercipta2. Tim pemenang3. Adu penalti: kelayakan dan persiapan3. Adu penalti: pelaksanaan3. Adu penalti: disiplin dan penggantian

1. Gol tercipta

Gol sah jika seluruh bola melewati garis gawang di antara tiang dan di bawah mistar, asalkan tim pencetak tidak melanggar. Lemparan penjaga gawang langsung ke gawang lawan menghasilkan tendangan gawang. Jika wasit keliru menandakan gol sebelum bola seluruhnya melewati garis, mulai kembali dengan bola jatuh.

2. Tim pemenang

Tim dengan gol lebih banyak menang; skor sama berarti seri. Jika kompetisi membutuhkan pemenang, cara yang diizinkan ialah aturan gol tandang, dua periode perpanjangan sama panjang masing-masing maksimal 15 menit, dan adu penalti. Cara-cara ini boleh digabungkan.

3. Adu penalti: kelayakan dan persiapan

Adu penalti berlangsung setelah pertandingan. Teguran dan kartu kuning pertandingan untuk pemain dan ofisial tim tidak dibawa, tetapi pemain yang dikeluarkan selama pertandingan tidak boleh ikut.

Biasanya undian koin memilih gawang; kondisi atau keselamatan dapat menentukannya. Setelah dipilih, gawang hanya berubah untuk keamanan atau gawang/permukaan yang tak layak. Pemenang undian kedua memilih menendang pertama atau kedua.

  • Peserta yang memenuhi syarat adalah pemain di lapangan atau sementara di luar saat pertandingan berakhir, dengan pengecualian penggantian penjaga gawang.
  • Tim menentukan urutan sendiri tanpa memberi tahu wasit.
  • Sebelum atau selama adu penalti, tim dengan pemain lebih banyak mengurangi pesertanya agar sama dengan lawan dan menyebutkan yang dikeluarkan dari daftar kepada wasit.
  • Penjaga gawang yang tidak dapat melanjutkan boleh diganti pemain yang dikeluarkan dari daftar atau, jika jatah pergantian tersisa, pengganti terdaftar. Penjaga gawang lama tidak boleh kembali atau mengambil tendangan.
  • Jika penjaga gawang itu sudah menendang, pengganti menunggu putaran berikutnya sebelum menendang.

3. Adu penalti: pelaksanaan

Hanya pemain yang memenuhi syarat dan ofisial pertandingan tetap di lapangan. Semua kecuali penendang dan dua penjaga gawang berada di lingkaran tengah. Penjaga gawang tim penendang menunggu di luar area penalti pada pertemuan batasnya dengan garis gawang. Pemain yang memenuhi syarat boleh bertukar dengan penjaga gawang.

Tendangan selesai saat bola berhenti, keluar, atau wasit menghentikan untuk pelanggaran. Penendang tidak boleh sengaja memainkannya dua kali. Tendangan dua kaki bersamaan yang tidak sengaja atau kontak langsung dengan kaki/tungkai bukan penendang menghasilkan pengulangan jika gol dan dianggap gagal jika tidak gol.

  • Wasit mencatat tiap tendangan. Penjaga gawang yang pelanggarannya menyebabkan pengulangan diberi teguran untuk yang pertama dan kartu kuning untuk berikutnya.
  • Penendang yang dihukum karena pelanggaran setelah sinyal diberi kartu kuning dan tendangan dicatat gagal.
  • Tim bergiliran hingga lima tendangan masing-masing, berhenti lebih awal ketika satu tim tak dapat mengejar.
  • Jika seri setelah lima masing-masing, lanjutkan sampai satu tim unggul setelah jumlah upaya sama.
  • Setiap peserta harus menendang sebelum siapa pun menendang lagi. Urutan putaran baru boleh berbeda.
  • Jangan tunda adu penalti demi pemain yang absen: pemain yang tidak kembali tepat waktu kehilangan tendangannya.

3. Adu penalti: disiplin dan penggantian

Pemain, pengganti, pemain yang diganti, dan ofisial boleh mendapat kartu kuning atau dikeluarkan selama adu penalti. Pemain yang memenuhi syarat menggantikan penjaga gawang yang dikeluarkan. Pemain lapangan yang tak dapat lanjut tidak boleh diganti. Jumlah di bawah tujuh tidak mengharuskan penghentian adu penalti.

Penjelasan dan terjemahan independen, bukan publikasi resmi federasi. Opsi kompetisi ditandai secara terpisah. Periksa opsi yang diterapkan kompetisi Anda.
Sumber dan metode ↗